Bagaimana Knowledge Engine membantu CorpU membangun Organisasi Pembelajar ?

Standard

Dalam Organisasi Pembelajar (Learning Organization) terjadi hubungan bernilai antara Kompetensi SDM, Sistem Internal dan Struktur Eksternal (Customer, Supplier, Partner, Stakeholder) untuk tumbuh meningkatkan kapasitas dan efektifitas organisasi melalui visi bersama, individu bertalenta tinggi, tim dan grup pembelajar, model berfikir yang mampu merespons kondisi eksternal yang dinamis secara sistemik, termonitor, terukur dan terkelola secara tepat guna.

lo
Sumber : Nilamalin Learning Organization

Kenyataanya tidak mudah bagi CorpU memerankan fungsi enabler dalam aktifitas pembelajaran yang tidak terpisahkan dengan kegiatan proses bisnis pencapaian kinerja perusahaan. Oleh karena itu pengelolaan pengetahuan (KM) hasil transformasi aset pengetahuan dari berbagai sumber berupa teori dan pendekatan menjadi solusi pemecahan masalah dan inovasi dalam proses bekerja yang tepat guna menempati peran baru berupa engine yang secara terus menerus menghasilkan parktek terbaik sebagai gizi ketahanan organisas untuk bertahan, tumbuh dan berkesinambungan.

Knowledge engine menurut Baird and Henderson (2001) adalah sebuah metafora sebuah mesin untuk pemanfaatan aset pengetahuan dalam meningkatkan kinerja yang menghubungkan kemampuan strategi dan kemampuan produksi. Strategi harus memandu eksekusi dan menyiapkan kondisi pembelajaran. Eksekusi harus memproduksi hasil dan menangkap pembelajaran yang menginformasikan strategi.

kengine

Kegiatan di area strategi adalah : fokus, strategy dan reflect. Kegiatan di area produksi adalah acquire, structure dan target. Area strategi dan produksi dihubungkan oleh penyelarasan dinamis yang membuat perputaran di kedua area tersebut dapat berjalan lebih cepat, meningkatkan kemampuan dan perbaikan fokus dan orientasi perusahaan.

Dimensi akses hasil kombinasi waktu dan tempat yang menghasilkan empat kuadran, membutuhkan optimasi pada kegiatan pada waktu yang berbeda tanpa mengurangi efektifitas kegiatan pada waktu yang sama (face to face, dinstance learning). Kegiatan capturing, structuring dan targeting berupa After Action Review (AAR) dan Peer Asist oleh para pakar (Subject Matter Expert – SMEs) melalui media komunikasi sistem informasi hingga push knowledge (“Knowledge On The Go”) berbasis personalisasi content yang terkait langsung dengan kegiatan bekerja merupakan salah satu pendekatan yang kritis untuk dapat dilakukan. Apalagi SDM yang terlibat berada pada tempat tersebar batas wilayah kerjanya seperti perusahaan berbasis interaksi global via perangkat mobile dan internet.

Aktivitas Pertama, FOCUS
Untuk dapat menyediakan produk dan layanan berkualitas untuk mendukung keberhasilan pelanggan kita yang berdampak pada nilai tambah perusahaan sebagai penyedia membutuhkan pengetahuan bagaimana cara terbaik melakukannya (khow-how). Kebutuhan dan keinginan pelanggan selalu lebih tinggi dari kinerja pelayanan yang dapat diberikan dan secara dinamis berubah. Oleh kerena itu fokus menjadi aktifitas penting untuk memiliki knowledge yang benar benar dibutuhkan, tersedia pada saat dibutuhkan mengambil keputusan untuk eksekusi, merubah kemampuan dan motivasi SDM serta menghasilkan layanan terbaik.

Langkah fokus dalam konteks knowledge engine adalah : fokus pada kamampuan bisnis inti, mengidentifikasi gap knowledge yang dimiliki dengan tingkat yang seharusnya, menentukan KPI yang dapat dijadikan penggerak perubahan dan menentukan kejelasan pemilik proses dan knowledge dalam mencapai kinerja terbaik.

Aktivitas kedua, ACQUIRE
Perusahaan yang telah menentukan fokus maka membutuhkan knowledge (know how-know why) untuk dapat memandu keberhasilan eksekusi proses bisnisnya secara berkesinambungan. Knowledge itu tidak dapat di copy paste dari pengalaman orang lain seutuhnya. Karena setiap perusahaan memiliki diferensiasi yang bernilai dengan kompetitornya untuk memenangkan bisnis. Pengetahuan dari luar harusi dikombinasikan dengan pengalaman perusahaan itu sendiri, sehingga dapat dilakukan pembelajaran yang nyata (kenapa berhasil dan kenapa gagal) yang memberikan dampak perubahan prilaku bagaimana mencapai kinerja yang selalu lebih baik.

Aktivitas Acquire adalah semua kegiatan yang bernilai memaximalkan pembelajaran lokal perusahaan dalam dimensi waktu : sebelum, selama dan sesudah eksekusi pekerjaan. Pemilik proses adalah pembelajar terbaik di implementasi prosesnya. Yang paling mampu menangkap dimensi penting yang dapat dipelajari sebelum dan ketika proses pekerjaan terjadi sesegera mungkin. Knowledge tersebut akan sangat ampuh digunakan untuk mengambil keputusan di kemudian hari. Karena kebanyakan kita tidak mampu menangkap detail peristiwa jika terjadi dimasa yang lalu.

Salah satu implementasi aktivitas Acquire adalah AAR (After Action Review) untuk melakukan pembelajaran cepat tentang sesuatu hal penting setelah selesai eksekusi pekerjaan untuk dapat diterapkan kembali pembelajaran yang telah dihasilkan. Bentuknya adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab meliputi apa tujuan pekerjaan?, apa yang telah terjadi?, berdasarkan pengalaman tersebut apa yang dapat dipelajari?, apa yang seharusnya kita lakukan sekarang?, dan kepada siapa saja hasil pembelajaran ini dapat disampaikan?.

Kegiatan Acquire juga dapat dilakukan melalui Learner Observer diluar esksekutor pekerjaan. Pengamat pembelajaran diharapkan memiliki perspektif yang berbeda dan objektif terhadap objek pembelajaran selalin yang didapat dari kegiatan AAR. Selain itu dapat juga dilakukan dengan Peer Assist bersama SDM unit lain atau yang pakar di bidangnya (Subject Matter Expert) yang berbeda untuk dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dan meningkatkan validitas hasil pembelajaran.

Aktivitas ketiga, STRUCTURE
Semua hasil pembelajaran yang telah dihasilkan yang mengkombinasikan semua aset pengetahuan memiliki nilai yang kecil hingga knowledge tersebut digunakan oleh banyak orang. Semua object knowledge tersebut membutuhkan konsolidasi, validasi dan pengorganisasian sehingga menarik orang untuk dapat diakses dan digunakan kembali sebanyak mungkin. Intinya kita harus dapat menjawab dua pertanyaan : Kenapa mereka datang? dan Bagaimana mereka akan mengaksesnya?

Aktivitas structure dapat dilakukan melalui sebuah unit lintas fungsi (focal unit) yang bertanggung jawab untuk menjaga inisisatif knowledge yang dibutuhkan perusahaan sehingga orang mengaksesnya karena mempercayai kualitas keahlian orang dalam unit tersebut (SMEs). Metode lain adalah memanfaatkan komunitas (COPs) yang terdiri dari orang-orang yang memiliki tujuan yang sama untuk berbagi solusi permasalahan dan orang akan memanfaatkan pengetahuan itu karena keterlibatan yang bermanfaat dan menyenangkan.

Kedua aktivitas tersebut membutuhkan bingkai yang disesuaikan dengan domain dan context setiap orang dalam perusahaan. Karena setiap SDM memiliki domain (posisi, ruang lingkup dan tanggun jawab) dan context (knowledge yang berelasi dengan model berfikir sesuai dengan kontribusinya). Strukturisasi pengetahuan dapat dilakukan dengan frame aktif berbasis pemetaan proses yang telah diketahui urutan kejadiannya agar memudahkan orang untuk memanfaatkannya. Cara lain adalah dengan engine pencarian untuk objek pengetahuan yang lebih mudah dimanfaatkan tanpa peta proses. Strukturisasi yang paling efektif adalah yang paling dekat dengan proses yang dilakukan dalam bekerja dan kinerja yang harus dicapai bersama.

Aktivitas keempat, TARGET
Permasalahan yang paling sering dihadapi perusahaan adalah pemanfaatan knowledge yang telah dibuat tidak sebanding dengan pembuatannya sehingga sulit untuk mendongkrak perbaikan kinerja. Hanya orang yang memahami kebutuhan pengetahuannya yang mungkin akan mendatangi, mencari dan menggunakan (pull strategy) aset pengetahuan yang telah dengan susah payah dibuat dengan biaya yang tidak sedikit. Cara lain yang jarang dilakukan adalah melalui push strategy. Mengirimkan objek pengetahuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan domain, context, waktu dan relevansi kebutuhan user. Dibutuhkan titik yang paling optimal untuk mengkombinasikan push dan pull knowledge karena keduanya memiliki kelebihan pada situasi dan context yang tepat guna.

Metode ini akan sangat berguna untuk putaran pekerjaan yang padat dan wilayah area kerja yang tersebar sehingga menimbulkan gap jarak, waktu, tempat dan cara akses objek pengetahuan. Tantangannya adalah memanfaatkan profile (customisasi content user) dan segmentasi (microsegmenting) user baik internal maupun eksternal untuk dapat saling bertukar pengetahuan dan menambah kekayaan aset pengetahuan perusahaan untuk dapat digunakan secara tepat guna.

Aktivitas kelima dan keenam, REFLECT dan STRATEGY
Pembelajaran yang terjadi yang dapat mempengaruhi kinerja berdasarkan fokus strategi yang telah ditetapkan merupakan feedback yang efektif untuk dapat dilakukan pembelajaran yang lebih tinggi hingga tingkat organisasi (double loop learning). Siklus ekonomi yang bergerak cepat diluar perusahaan membutuhkan respon yang sesuai melalui hasil pembelajaran yang telah diperoleh dari tingkat bawah yang berelasi dengan pencapaian organisasi ditingkat yang lebih tinggi (Aggregate Learning).

Mengamati korelasi objek tersebut dengan mengevaluasi yang telah terjadi untuk dapat bergerak cepat menyiapkan strategi yang akan dilakukan dalam periode periode waktu sesuai merupakan kegitan refleksi yang kritis untuk dilakukan. Seperti berada dalam sebuah balcon pertunjukan yang dapat mengamati kenapa ini bisa terjadi dan kenapa hal ini tidak dapat terjadi serta bagaiamana melakukan eksekusi untuk mempengaruhi hal penting yang seharusnya terjadi. Manajemen perubahan baik secara cepat (quantum) atau bertahap (incremental) merupakan pilihan pilihan yang mengkombinasikan perubahan dari dalam (inside out) atau kebutuhan dan kepuasan pelanggan (outside in) yang akan efektif jika siklus pembelajaran berjalan dengan efektif juga.

Knowledge Engine bukanlah teknologi atau semisal pengelolaan pengetahuan biasa berbasis transaksi elektronik. Saat ini perusahaan memasuki economy berbasis knowledge yang membutuhkan kecepatan yang tinggi dalam interaksi dengan pelanggan dan semua dimensi yang terjadi yang membutuhkan pembelajaran untuk diterapkan kembali dalam proses kerja dan peningkatan kinerja. Apa yang telah dipelajari oleh sebuah unit dapat segera diterapan di unit lain sedapat mungkin. Wisdom apa yang telah ditemukan hari ini menjadi pijakan kuat untuk eksekusi dimasa yang akan datang. Sejalan dengan implementasi CorpU yang harus menyiapkan SDM bertalenta tinggi untuk selalu mampu menyesuaikan diri dengan dinamika kebijakan strategis dan operatif perusahaan yang bergerak cepat, untuk itu pula knowledge Engine menjadi salah satu inisiatif strategis yang banyak diterapkan perusahaan global.

Baca Knowledge Engine Baird and Henderson Google Book …
Baca Activities of a Learning Organization …
Baca The learning organization: principles, theory and practice …
Baca Building the Learning Organization: Achieving Strategic Advantage Marquardt …
Baca Menumbuhkembangkan Peran Knowledge Engine Menuju CorpU Bag-1 dan Bag-2
Baca Building a Corporate University pdf …
Baca eTOM and Corporate University as Valuable Knowledge Engine …
Baca The Strategy Focus Organization Summary Kaplan Norton pdf …
Baca Building Strategy Focus Organization and Slide Presentation pdf
Baca eTOM and Organizational Capability for Performance Improvement …
Baca Aligning the Org with the Market: Focusing on ‘The Customer’s Total Experience’ …
Baca Building A Knowledge Driver Organizaton Buckman pdf …
Baca After Action Review (AAR) from Sharing Knowledge and AAR K-Sharing Knoco
Baca Implementing COPs anda AAR pdf …
Baca NASA Peer Assist: Learning Before Doing Greenes …
Baca BP’s peer assist process Inside Knowledge …
Baca Peer Assist from Knowledge Sharing …
Baca Push Pull KMS – Knowledge Management Systems slide share EPPIC Inc …
Baca The push/pull gap in Knowledge Transfer Knoco Stories …
Baca A Framework on Compound Knowledge Push System Oriented to Org Employees pdf …
Baca Knowledge Management (KM) Push and Pull Technologies pdf …
Baca Push vs Pull Knowledge by Kumar …
Baca Employee Microsegmentation: Driving Behavior Change …
Baca A Review of the Chief Knowledge Officer Position …
Baca Framework of Chief Knowledge Officer (CKO) Effectiveness …
Baca Corporate Universities: A Powerful Model for Learning …
Baca 10 Constructs for knowledge management and Learning Cycle …
Baca 14 Organizing for strategic knowledge creation …

Advertisements

Kenapa Action Learning dan Budaya Kerja Berbasis Kinerja dibutuhkan dalam CorpU ?

Standard

Kehadiran CorpU dalam setiap perusahaan memiliki tujuan yang strategis untuk mengintegrasikan pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja individu, kinerja grup atau team hingga kinerja organisasi secara keseluruhan. Tetapi tidak mudah mengintegrasikan pembelajaran dengan perubahan prilaku yang sesuai untuk menghasilkan perbaikan kinerja secara berkesinambungan. Disetiap tingkatan organisasi mulai dari individu, Grup dan Organisasi memiliki dimensi prilaku bekerja yang unik yang dipengaruhi tata nilai yang jika difahami dan dilaksanakan bersama membentuk budaya kerja. Budaya kerja ini bisa mendukung kinerja atau sebaliknya.

Oleh karena itu CorpU memiliki peran strategis juga untuk melakukan inovasi proses pembelajaran yang mendorong tumbuhnya budaya kerja berbasis kinerja dalam proses bekerja yang dinamis, membutuhkan solusi pemecahan masalah yang tepat guna dan selaras berjalan dengan tujuan perusahaan. Salah satu metode pembelajaran yang mengintegrasikan situasi kerja yang nyata dan peningkatan pengetahuan yang relevan, prilaku dan budaya bekerja inovatif adalah Action Learning.

Action Learning (AL) dan Critical Action Learning (CAL) sejak permata kali dikonsepkan oleh Professor Revans di Inggris Raya langsung mendapat perhatian khusus dari perusahaan perusahaan terkemuka dunia seperti GE (ayng mulai menerapkan AL/CAL secara besar besaran sejak tahun 1975), British Airways, Samsung dan Singapore Airlines. Dalam rumusannya Prof. Revans secara gambling menyatakan bahwa “tidak ada pembelajaran tanpa tindakan dan tidak ada tindakan tanpa pembelajaran”. Dalam konsteks ini action learning dinyatakan sangat sukses dalam mengembangkan kemampuan pemikiran kritis para praktisi manajemen dengan menyediakan tools dan forum untuk critical reflection dan critical discourses. AL mendapat banyak perhatian dari perusahaan kelas dunia karena mampu memberikan kemampuan untuk perusahaan dalam mengembangkan kemampuan para profesionalnya dengan tanpa harus mengeluarkan sumber daya yang besar. (Sumber http://rudolftjandra.org/)

actionlearning
Sumber : WIAL (World Institute for Action Learning) Australia

Untuk mendukung Action Learning dalam salah satu pendekatan metode pembelajaran dalam CorpU, yang tidak kalah pentingnya adalah penanaman nilai dan prilaku fokus pada pencapaian kinerja yang menjamin kebijakan strategis perusahaan berhasil dieksekusi dengan efekfitf. Karena problem kebanyakan perusahaan dalam meningkatkan kinerja bukan pada pembuatan strateginya tapi pada kemampuan eksekusinya. Sehingga kemampuan kita membuat indikator dan target kinerja selalu lebih besar dari kemampuan kita mengeksekusinya. Dibutuhkan kedisiplinan yang membentuk prilaku agar budaya kinerja menjadi bagian dari mental berfikir individu, tim dan organisasi, salah satunya adalah yang saat ini tengah banyak diimplementasikan yaitu Empat Disiplin Eksekusi atau dikenal dengan 4DX (Four Disciplines Of Execution).

4dx

4DX bukanlah sebuah framework atau kerangka berkerja yang rumit dan canggih tapi sederhana yang sering kita lakukan hanya lebih fokus pada perubahan prilaku dalam mencapai kinerja unggul melalui empat langkah sederhana yang memerlukan disiplin dalam menerapkannya sehingga menjadi budaya bekerja. Tantangan tersulitnya justru menjadikan yang sederhana itu menjadi kebiasaan dan budaya bekerja.

Langkah pertama adalah menentukan Tujauan atau kinerja yang sangat penting dari banyak sasaran yang akan dicapai. Secara natural orang akan memperbanyak sasaran yang ingin dicapai yang tidak sebanding dengan kamampuan mencapainya, sehingga akhirnya ia akan berada dalam putaran waktu dan kesibukan yang tinggi dan menghilangkan fokus. Langkah kedua adalah melakukan aktifitas yang menjadi pengungkit (laveraging) untuk mencapi kinerja tersebut dibandingkan menunggu hasil akhir yang semakin tidak mampu dikendalikan. Ketiga adalah menggunakan scoring board pencapaian kinerja yang mudah jelas sehingga semua orang akan senang dan memiliki semangat untuk melibatkan diri dalam suasana berkontribusi. Terakhir aktifitas keempat adalah melakukan pertemuan rutin dalam sesi pencapaian tujuan untuk mengevaluasi pekerjaan rumah sebelumnya, kondisi pencapaian saat ini dan rencana terbaik kedepan yang mampu dieksekusi secara tepa guna.

Menerapkan 4DX akan membentuk shared context dan shared vision yang menjadi fondasi utama pembelajaran dalam organisasi pembelajar dan integrasi kebijakan strategis melalui pendekatan pada dimensi soft dan hard organisasi serta budaya berbagi pengetahuan dan inovasi. Action Learning dan 4DX dapat menjadi enabler pembelajaran yang efektif mengintergrasikan penyediaan sumber daya yang berpengetahuan, talenta dan kinerja tinggi yang dibutuhkan perushaan untuk mampu bertahan, tumbuh dan berkesinambungan.

Diantara kunci sukses impelementasi CorpU adalah menyertakan pegawai dan permasalahan terkait pekerjaannya dalam layanan pembelajaran CorpU sesering mungkin untuk mendiskusikan kelebihan dan kekurangan layanan yang ada, termasuk menangkap pesan-pesan yang penting dan mendasar dari masukan peserta dan pembicara sebelumnya, seminar dan grup diskusi bersama pemimpin senior. Meskipun tidak semua proses dan situasi dapat diterapkan Action Learning, namun dibutuhkan terobosan baru untuk menerapkan action learning dan disiplin eksekusi pada proses kerja di setiap tingkat organisasi melalui layanan pembelajaran CorpU, untuk medorong pencapaian kinerja perusahaan yang unggul.

Baca Action Learning Sumber Terbaru Keunggulan Kompetitif Korporasi Indonesia …
Tampilkan Action Learning Process by Authenticity Consult Youtube …
Baca Action Learning Learning Guide Ashridge pdf …
Baca Design Learning, Performance and Effective Organization Blog …
Baca Exploring the Corporate University Phenomenon pdf …
Baca Action learning in curriculum design slide share …
Baca Turn Your Corporate University Into an Efficient Learning …
Baca Action Learning: A powerful tool for the future …
Baca eTOM as Lead Measures Four Disciplines Of Execution (4DX) …
Baca Job Characteristics Model and eTOM value creation …
Baca An Introduction to Action Learning IMCA pps …
Baca 60+ years of Corporate University evolution ppt ACUA …
Baca CorpU New Thinking About the Design of Adaptive Processes ppt …
Baca Measurement and Evaluation in Corporate Universities Allen doc …
Baca Powerful, Practical and Customized Action Learning and Coaching Groups …
Baca Corporate Universities as Strategic Learning Initiatives …
Baca 9 Steps To A Corporate University by Roach slide share …
Baca Dimensi baru SDM Leading Gen iY Acelearning …
Baca CorpU historical development, conceptual analysis by Paton pdf …
Baca The CorpU Training and Learning Solution …
Baca Cisco Systems Awarded for Excellence and Innovation in Corporate Learning …
Baca Connecting Learning Investments to Financial Performance pdf …
Baca Transforming 21st Century Corporate-University Engagement Journals pdf …

Apa saja yang harus diperhatikan dalam Impelementasi CorpU ?

Standard

Setelah membahas berbagai fondasi dan pilar model CorpU dari Dibta Group sebagai salah satu referensi dari banyak model yang lain, akan dibahas selanjutnya beberapa link dan referensi terkait dengan implementasi dan pengembangan CorpU. Adalah tidak mudah mengimplementasikan Model CorpU dalam sebuah perusahaan terlebih lagi melakukan transformasi dari bisnis yang mendrive pembelajaran menuju pembelajaran yang mendrive bisnis. Ada Beberapa aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam implementasi CorpU.

corpuimp
Sumber : Corporate University by Dufour Cross Knowledge

Pertama, program pembelajaran dalam CorpU mampu memfasilitasi peserta dengan melihat aspek penting mereka seperti kebutuhan untuk mempraktekan hasil pembelajaran, waktu pelaksanaan yang efisien, meminimalkan kerumitan, nilai pembelajaran yang tinggi.

Kedua, program pembelajaran dalam CorpU mampu menjadi pengungkit nilai tambah pemanfaatan sumber daya pembelajaran yang telah dimiliki (komputer, ruang konferensi, reputasi, dll) dengan semua keberagamannya (lokasi, metode pedagogik, peserta, dll)

Ketiga, memperluas peran instruktur pembelajaran sekaligus praktisi dibidangnya untuk mengembangkan materi program dan kesinambungan interaksi dengan peserta setelah program selesai.

Keempat, mengkombinasikan pembicara tamu dan instruktur tetap secara flexible yang diselaraskan dengan isu-isu bisnis dan industri yang terdepan di bidangnya.

Kelima, menyertakan pegawai dan permasalahan terkait pekerjaannya dalam layanan pembelajaran CorpU sesering mungkin untuk mendiskusikan kelebihan dan kekurangan layanan yang ada, termasuk menangkap pesan-pesan yang penting dan mendasar dari masukan peserta dan pembicara sebelumnya, seminar dan grup diskusi bersama pemimpin senior.

Keenam, Peran penting dari fitur pembelajaran pada CorpU secara periodik dikuatkan kembali pada peserta pembelajaran hingga menghasilkan perubahan signifikan pada KSA (Knowledge, Skill dan Attitude) secara efisien dan efektif. Tujuan dari CorpU harus selalu diselaraskan dengan hasil yang terukur sesuai visi, misi dan tata nilai perusahaan.

Ketujuh, menetapkan kurikulum yang relevan dengan mayoritas perspektif para peserta dan menjaga kurikulum ini tetap terbarukan dan dapat diimplementasikan dalam praktek proses bekerja. Hal ini dapat dilakukan oleh grup kecil yang berisi orang orang yang memiliki spesialisasi di bidangnya dengan penghargaan yang sesuai.

Kedelapan, Jika Instruktur yang ada belum mampu untuk menangani semua layanan pembelajaran, dapat memanfaatkan layanan outsource atau spesialis paruh waktu untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan keahlian yang selaras dengan fokus bisnis perusahaan yang terus berkembang secara dinamis.

Kesembilan, melakukan pembahasan bersama dengan pimpinan senior perusahaan untuk mendapatkan cara pandang dan posisi CorpU terkait strategi unit bisnis terhadap kompetitor, pelanggan dalam sebuah siklus yang bersifat natural untuk mengukur perananannya pada pengeluaran dan pendapatan perusahaan di masa yang akan datang. Hasilnya adalah pengembangan tujuan yang jelas yang mendorong upaya untuk melakukan edukasi yang tepat guna pada pegawai.

Kesepuluh, mengidentifikasi peluang CorpU sebagai pengungkit kekuatan organisasi untuk meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah terutama yang terkait dengan pendapatan yang diperkirakan akan terjadi pada di dua tahun mendatang.

Kesebelas, mengembangkan perencanaan terhadap peluang untuk melindungi visi dan misi CorpU secara keseluruhan dari ancaman dua sampai dengan lima tahun yang akan datang dengan melibatkan dukungan dan partisipasi banyak peserta yang telah mengikuti program pembelajaran sebelumnya.

Keduabelas, terus menerus menggali informasi untuk memahami apa yang diinginkan stakholder CorpU, mengikuti perkembangan lingkungan dan kecendrungan (trend) yang dapat mempengaruhi kesinambungan CorpU dan melakukan aktifitas pencegahan terhadap aspek yang menghambat jalanya CorpU.

Implementasi dimensi kunci diatas sangat bergantung kepada apa yang mendasari sebuah perusahaan memutuskan untuk mendirikan CorpU. Beberapa alasan yang paling umum digunakan adalah : impelementasi dan penyelarasan strategi, leadership dan pengelolaan talent, meningkatkan kinerja unit bisnis, meningkatakan kapasitas dan efektifitas organisasi dan SDM, meningkatkan image perusahaan. Semua alasan tersebut diatas memerlukan relasi bernilai unsur penting dalam rencana pendirian CorpU, yaitu : visi bersama (shared vision), perencanaan strategis, komunikasi dan pemasaran, organisasi, sumber daya dan tata kelola (governance).

Baca Development and Implementation CorpU of a Comprehensive Survey …
Baca Corporate University and e-learing project Implementation doc …
Baca Implementing corporate universities in the public Sector by Stevens …
Baca Developing and Implementing Corporate University Google book …
Baca Twelve Success Factors for Corporate Universities by Jack Phillips …
Baca Corporate University of The Future with 13 Success Factors…
Baca Business Driven Action Learning: Global Best Practices by Boshyk …
Baca CorpU from Business driven learning to learning driven business by dufour pdf …
Baca How Corporate Learning Drives Competitive Advantage …
Baca Developing and Delivering a Learning Strategy CRF pdf …
Baca Business Process-driven Learning by Wolpers Academia Edu …
Baca Top 10 Tools to Measure Corporate Universities slide share …
Baca Business, Corporate University and e-learning pdf …
Baca The Changing Shape of Corporate Universities by Baucus …
Baca Teaching in Corporate University Assessment as a Labor Issue by Champagne …
Baca The New CorpU Global Impact on Learning and Development by Maize …
Baca Hambatan-mengintegrasikan-teknologi-intruksional-ke-dalam-pendidikan-tinggi …
Baca Death of Corporate University by Bersin …

Bagaimanakah CorpU menyediakan layanan pembelajaran terintegrasi ?

Standard

Sebagai tool strategis perusahaan CorpU memerankan fungsi utama dalam Strategy Map yang mengintegrasikan empat lapisan perspektif. Keuangan, Pelanggan, Proses Internal dan Pembelajaran. Layanan pembelajaran yang disediakan CorpU menjadi konsekuensi logis untuk mendukung perubahan yang terjadi pada layer internal proses untuk tetap mampu menyediakan produk dan layanan yang berkualitas sesuai kebutuhan dan kesuksesan bisnis pelanggannya. Response yang dinamis dan bernilai inilah yang akan mendatangkan keuntungan dan manfaat bagi perusahaan, pegawai, stakeholder dan shareholder.

Pengembangan program pembelajaran yang dibutuhkan perusahaan tidak terpisah lagi dengan proses kerja dan pemilik proses yang membutuhkan pelatihan tepat guna, penyediaan SDM bertalenta tinggi yang berelasi dan terintegrasi dengan dimensi solutif lainya dalam sebuah Arsitektur Pembelajaran (Learning Solution Architecture). Dalam arsitektur inilah semua dimensi pembelajaran yang mendayagunakan Aset SDM, Aset Informasi dan Teknologi, Aset Organisasi dan Aset Sosial Perusahaan disediakan sesuai domain pekerjaan dengan content dan context pembelajaran yang tepat guna (Readiness), selaras dengan tujuan strategis yang dijalankan para leader (Alignment) dan terintegrasi dengan semua infrastruktur pembelajaran dan pengelolaan pengetahuan (Integration).

null
Sumber : Dibta Group CorpU

Hal-hal yang penting yang sejalan dengan perencanaan strategis jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek yang dikendalikan dan dimonitor eksekusinya dalam CorpU Blue Print selalu menjadi dasar yang kuat bagi penyediaan program pembelajaran dalam CorpU. Efektifitas eksekusinya ditunjang oleh infrastrukutur pembelajaran yang membentuk sistem pembeljaran yang memanfaatkan teknologi informasi yang tepat guna bagi dimensi akses terkait tempat, waktu, domain, context pada tingkat proses bisis organisasi, grup dan individu.

Semua kebutuhan pembelajaran dalam organisasi mendapat tempat yang seimbang dalam layanan CorpU karena semua proses memiliki peran yang sama penting, baik proses bisnis inti strategis dan operasional maupun proses manajemen pendukung. Variasi layanan dan produk pembelajaran CorpU diantaranya adalah : solusi peningkatan kinerja proses bisnis inti, peningkatan kompetensi pegawai, penyediaan SDM sesuai kebutuhan proses, penyediaan kebutuhan pemimpin perusahaan di masa depan dengan kualitas kepemimpinan yang tepat guna, prubahan budaya perusahaan, inovasi produk dan layanan pembelajaran, program pembelajaran yang dikelola internal serta injeksi pengetahuan dan keahlian via kerjasama kemitraan.

Solusi penyediaan produk dan layanan pembelajaran yang selaras dan terintgrasi inilah yang menjamin kapasitas dan efektifitas organisasi perusahaan dapat menyeimbangkan dinamisasi kemampuan strategis dan kemampuan produksi perusahaan untuk secara pasti mencapai target kinerja yang tinggi, visi dan misi serta kemanfaatan finansial dan non finansial perusahaan dalam lingkungan bisnis yang terbuka, dinamis dan kompetitif. Program pembelajaran CorpU juga pada akhirnya bukan hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai entitas terbuka, tapi juga memiliki relasi layanan pembelajaran bernilai yang juga dibutuhkan masyarakat luas.

Baca A Custom Corporate University, The Perfect Fit Pearson …
Baca Building Corporate University DibtaGroup pada ASCU Summit pdf …
Baca Corporate University: Establishing Effective Education Solutions slideshare …
Baca Corporate University by Comartis …
Baca PLN Corporate University Fokus Pada Kemajuan Perusahaan …
Baca Corporate e-learning exploring a new frontier pdf …
Baca A Guide to Creating A Flexible Learning Environment google book…
Baca Building and Expanding the Learning and Talent Technology Architecture …

Kenapa ada pilar Organizational Research Centre dalam CorpU ?

Standard

CorpU adalah perangkat strategis yang digunakan perusahaan untuk menyelaraskan penyiapan kapasitas SDM dengan peningkatan kapasitas dan efektifitas organisasi. Dalam Organisasi perusahaan secara umum terdapat tiga tingkatan peran. Peran strategis, taktis dan operatif. Ada juga yang membagi tingkatan organisasi, tim dan individu. Setiap tingkatan tersebut berelasi dengan proses kerja yang dilakukan untuk menghasilkan output dan manfaat bagi perusahaan. Beberapa kunci sukses yang menyertainya adalah data dan informasi, ketersediaan SDM jumlah dan kualitas, alat bantu dan sistem monitoring, serta sistem pengukuran kinerja.

orgdiag

Namun pada kenyataanya tidak mudah melakukan perubahan organisasi dengan cepat dan efektif mengikuti perubahan strategi bisnis dan kebutuhan pelanggan. Selain itu unsur pendukung pembelajaran (intangible asset) seperti SDM, Sistem dan Teknologi serta Organisasi tidak bisa berjalan sendiri karena berhubungan dengan dimensi kunci ketersediaan (readiness), keselarasan (alignment) dan integrasi (integration).

Secara umum organisasi memiliki dimensi utama berupa pengendalian, kordinasi, hirarki pelaporan antar tingkat dalam bagan organisasi dan kebijakan kompensasi pegawai. Pengendalian ada yang bersifat formal terkait dengan anggaran dan indikator keuangan dan yang bersifat non formal seperti budaya perusahaan. CorpU berfokus pada penyediaan kapasitas SDM bertalenta tinggi yang membutuhkan pengorganisasian yang tepat guna dalam setiap tingkat internal proses bisnis dalam menyediakan layanan berkualitas sesuai dengan kebutuhan pelanggan, yang pada akhirnya diapresiasi pelanggan dalam bentuk manfaat finansial dan non finansial.

pbo

Pengorganisasian yang menjaga integrasi dan keselarasan dengan dinamika perusahaan inilah yang mengharuskan adanya pusat pengkajian organisasi dalam CorpU. Agar setiap perubahan strategi dapat direspon dengan perubahan struktur pendukung yang membutuhkan kebijakan organisasi yang juga dinamis dan dapat dieksekusi dan dikelola perubahannya oleh internal perusahaan. Dengan adanya CorpU maka struktur organisasi akan bertransformasi berbasis proses (Process Based Organization-PBO) yang menyeimbangkan antara fungsi yang bersifat vertikal dan proses yang bersifat horisontal untuk menghasilkan kesuksesan pada perusahaan dan pelanggan (output to outcome).

Melalui pilar pengkajian organisasi dalam CorpU inilah dapat dilakukan inovasi pembelajaran yang paling tepat guna diterapkan dalam perusahaan untuk meningkatkan secara langsung kapasitas dan efektifitas organisasi dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan dan terus tumbuh secara berkesinambungan.


Baca Corporate University Menjadi Katalis Dalam Organisasi …
Baca CorpU sebagai model ajeg pembelajaran bagi karyawan …
Baca Learning Growth Perspective ….
Baca Learning and Growth Perspective Tools, culture and people …
Baca Menjadi Organisasi berbasis proses …
Baca Kelemahan Struktur Organisasi Berbasis Fungsional …
Baca eTOM and process based organization to drive customer outcomes …

Kenapa dibutuhkan Kemitraan Pembelajaran dalam CorpU ?

Standard

Dalam era sosial network yang sangat dinamis dan bergesernya polarisasi fitur produk dan layanan dari kendali penyedia menjadi kekuatan komunitas pasar dan pelanggan, mendorong perusahaan untuk merespon dengan cepat dinamika tersebut menjadi entitas terbuka. Jika tidak perusahan akan sulit untuk menjaga kualitas layanan yang memenuhi harapan pelanggan dalam bentuk apresiasi manfaat dari kualitas layanan yang diberikan.

Salah satu bentuk driver yang dihasilkan komunitas adalah munculnya berbagai standar dan kerangka kerja (framework) untuk menjembatani penyedia jasa, penyedia sistem pendukung dan pelanggan itu sendiri. Standar ini juga menjadi acuan agar berbagai perusahaan dapat saling bekerjasama untuk mencapai kriteria triple crown dengan tiga dimensi : cycle time (kecepatan), cost (biaya) dan quality of service (kualitas layanan) yang semuanya dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat sebuah perusahaan. Driver lain adalah kebutuhan personalisasi layanan setiap pelanggan dan perubahan harga yang dinamis dalam akses komunikasi jaringan sosial berbasis komunitas pelanggan yang independen.

alliance

Pola kerjasama dan kemitraan dalam injeksi pengetahuan dan keterampilan ini harus dipetakan kedalam arsitektur proses bisnis masing yang menjadi fokus peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan sistem yang ada. Perspektif nilai tambah baik manfaat finansial dan non finansial menjadi landasan utama dalam bentuk peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh internal proses dan sistem pendukung utamanya (SDM, Teknologi dan Organisasi). Arsitektur proses bisnis ini menjadi share context yang paling efektif sebagai dasar kemitraan pembelajaran dalam CorpU. Hal ini disebabkan agar injeksi dan pengembangan SDM tetap selaras dengan kebijakan di tingkat strategis, taktis dan operatif terkait dengan pemilik proses dan struktur posisi SDM disetiap fungsi organisasi.

Dengan pemetaan yang benar pada injeksi sumber pengetahuan dari luar perusahaan pada setiap proses kritis dapat dijaga relasi untuk meningkatkan kapasitas organisai dan nilai tambah setiap proses dengan context disetiap domain sistem seperti : data, informasi, sdm pelaksana, alat bantu teknlogi yang tepa guna, pengukuran kinerja dan manfaat yang maksimal sesuai dengan strategi kepemimpinan dan fokus pelayanan pada pelanggan.

Baca Strategic Directions in The Management of The CorpU Google Book …
Baca CorpU Alliance and Engineering System Research oleh George Roth pdf …
Baca Alliances and Partnerships for Corporate Learning oleh Rose pdf …
Baca Innovative Corporate/University Alliances oleh Meister …
Baca Making Industry-University Partnership Work pdf …
Baca Analisis Potensi Partnership oleh Orpha Jane pdf …
Baca Monash University Jalin Kemitraan dengan Institut Management Telkom …
Baca Pertamina Bikin CorpU Demi Punya SDM Kelas Dunia …
Lihat Video Kerjasama PLN Corporate University dengan KEPKO …

Kenapa dalam CorpU dikhususkan adanya Leadership dan Culture Academy?

Standard

Akademi-akademi dalam CorpU berelasi dengan proses bisnis inti perusahaan dalam menghasilkan manfaat finansial dan nilai tambah lainnya via penyediaan produk dan layanan bernilai bagi pelanggan. Selain akademi dan Competency Schools terdapat pilar proses pembelajaran dalam CorpU yaitu Leadership Academy dan Culture Academy (Kepemimpinan dan Budaya Perusahaan). Kenapa harus dikhususkan dan mendapat perhatian lebih ?

Dalam perusahaan ada aset yang tampak (tangible asset) dan aset tidak tampak (intangible asset). Untuk bisa bertahan, tumbuh dan memiliki kegiatan bisnis yang berkesinambungan (sustainable) perusahaan di era saat ini harus dapat memperbesar nilai atau kemanfaatan intangible asset dibandingkan tangible asset. Nilai jual sistem, sdm dan loyalitas pelanggan-nya jauh lebih mahal dibandingkan dengan ruangan, peralatan dan perangkat keras lainya. Produk dan layanan berkualitas yang diberikan dihargai pelanggannya jauh lebih besar dari harga pokoknya. Artinya bahwa besar tangible asset itu sangat ditentukan oleh relasi bernilai dari semua komponen intangibel asset-nya

Hubungan yang menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan antara SDM (Individual Competence), Sistem (Internal Structure) dan Pelanggan (External Structure) inilah yang akan mengungkit kinerja finansial dan non finansial sebuah perusahaan. Hubungan antara komponen tertentu yang akan menjadi fokus pemimpin perusahaan, akan menggambarkan strategi gaya kepemimpinan dan budaya yang akan diterapkan sesuai dengan kondisi lingkungan yang terbuka dan kebutuhan pelanggan.

process owner

Hubungan tersebut bisa terjadi antar SDM, SDM ke sistem dan ke pelanggan serta relasi lainya yang dapat terbentuk. Apa yang kita pikirkan adalah apa yang akan kita kerjakan. Apa yang akan kita dapatkan adalah apa yang kita kerjakan. Kata kuncinya bermuara pada sesuatu yang kita anggap bernilai yang melandasi apa yang kita lakukan.

Jika nilai ini berhasil diinternalisasikan ke semua SDM dan menjadi cara pandang dan model berfikir yang sama maka akan menjadi dasar orang berprilaku yang jika berjalan konsisten dalam waktu yang cukup akan membentuk budaya (shared values). Jika nilai-nilai ini digunakan oleh setiap orang untuk memposisikan dirinya dalam memperlakukan orang lain maka akan memebentuk gaya kepemimpinan untuk membawa orang lain yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan dan target besar perusahaan yang telah direncanakan.

Jadi kepemimpinan dan budaya adalah jiwa dari perusahaan tersebut yang tidak dapat dicopy paste dari perusahaan lain. Nilai nilai perusahaan inilah yang membedakan keunggulan satu perusahaan dengan perusahaan lain (diferensiasi-VRIO) yang harus ditanam sendiri benihnya, ditumbuhkan, dirawat dan dilindungi agar dapat dipanen (knowledge harvesting) secara berkelanjutan dalam kondisi yang dinamis sebagai entitas yang terbuka dengan lingkungannya. Budaya dan gaya kepemimpinan inilah yang mempengarhui efektifitas individu, tim dan organisasi dalam menghasilkan dampak manfaat (outcome) yang diinginkan.

invisible balanced sheet

Leadership Academy dan Culture Academy (disebut juga Culture Transformation Centre) dalam CorpU merupakan integrator terpenting yang menjadi akselerator kemajuan dan keunggulan suatu perusahaan. Hal ini yang menjelaskan kenapa leader dari GE (General Electric) tempat CorpU pertama disemai secara proaktif dan aktif berkeliling tidak henti hentinya untuk menananamkan nilai pijakan perusahaan (GE Ways).

Melalui Leadership Academy dan Culture Transformation Centre, pimpinan perusahaan sebagai pemilik proses kerja dan pembelajaran tertinggi akan dapat berperan secara langsung (domain-context-knowledge and feel) dalam menentukan fokus pembelajaran yang berkaitan dengan tata nilai yang akan bertransformasi menjadi budaya dan kepemimpinan baik dalam proses internalisasi maupun pemanfaatanya dalam semangat eksekusi proses kerja berkinerja tinggi.

Baca Pengaruh kepemimpinan transformasional di Pertamina by Hembang Simanjuntak …
Baca Leadership Training ppt …
Baca fungsi dan peranan kepemimpinan dalam organisasi oleh Teguh Sanotoso …
Baca Lima Peranan Penting Pemimpin …
Baca Leadership and Performance in Organizations by Thomas Packard pdf …
Baca How Leaders Drive Workforce Performance pdf …
Baca Leadership and Organizational Performance …
Baca Reeves’ Leadership Performance Matrix …
Baca Effective Leadership and Performance …
Baca The Role of Leadership in Performance Management ppt by Moynihan …
Baca Invisible Balance Sheet Sveiby …
Baca Pengaruh Kepemimpinan efektif dan budaya perusahaan…
Baca hubungan kepemimpinan, budaya, strategi dan kinerja oleh Armanu …
Baca hubungan kepemimpinan dan budaya perusahaan oleh Danfar …
Baca Hubungan budaya, keefektifan organisasi dan kepemimpinan Heru doc…