Apa saja hambatan penerapan CorpU dan bagaimana mengatasinya ?

Standard

Trend mengimplementasikan CorpU sudah terlihat semarak di Indonesia di tahun-tahun terakhir. Selain melihat manfaat dari perusahaan lokal dan global yang telah menerapkannya, penerapan CorpU juga didorong keseriusan dari para leader perusahaan untuk mencari solusi tepat guna dan efektif bagi penyediaan SDM bertalenta tinggi untuk mendongkrak kinerja perusahaan. Namun ada banyak hambatan pada penerapan CorpU dalam perannya untuk menghadapi tantangan yang semakin berat dan lingkungan bisnis yang cepat bergerak sesuai dengan perubahan ekonomi global berbasis pengetahuan. Contohnya adalah kebijakan dan regulasi yang mendorong persaingan terbuka di industri kompetitif.

CorpU merupakan kebijakan strategis yang membutuhkan pengelolaan perubahan untuk menembus (breakthrough) keberhasilan mengatasi kesenjangan antara kegiatan pembelajaran dan kebutuhan peningkatan kinerja dalam mencapai tujuan perusahaan yang bergerak dinamis. Oleh karena itu perubahan dari meaning (pemaknaan), measure (pengukuran metrik proses dan kinerja) dan manage (monitoring dan pengendalian) implementasi CorpU tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sesuatu yang belum difahami hingga “feel detail nya”, sulit untuk dapat diukur. Sesuatu yang tidak dapat diukur tidak dapat dikendalikan dan dikelola untuk mencapai hasil.

Beberapa area penting untuk menelusuri sebab akibat adalah manafaat, hasil (output dan KPI), proses dan aktivitas, ketersediaan data/informasi/material, jumlah SDM dan kompetensinya, alat bantu teknologi yang digunakan. Hal penting lain adalah kepemimpinan, perencanaan, fokus pada layanan sesuai kebutuhan pelanggan, pembelajaran pada pengetahuan kritis CorpU.

Hambatan-hambatan itu diantaranya adalah :

Pertama, perubahan nama departemen pelatihan menjadi “Corporate University” dengan hasil dan manfaat (outcome) yang tidak berubah.

Dalam perusahaan terdapat proses dari hulu ke hilir (end to end process) yang menjamin layanan bernilai tersebut sampai manfaatnya (outcome) untuk membantu pelanggan mencapai kesuksesan yang berdampak bagi manfaat finansial dan non finansial bagi perusahaan. Process tersebut bertingkat hingga aktifitas terkecil (dari level-1 s/d level-5).

Terdapat banyak process yang berwarna putih (white space) yang penting tapi tidak ada pemiliknya (process owner) atau kompetensi (KSA-Knowledge Skill Atitude) yang dibawah standar seharusnya sehingga tidak tertangani dengan baik. Akibatnya ada proses yang terputus, beban kerja yang tidak merata, informasi yang tida lancar dan penumpukan penyelesaian pekerjaan sehingga berakibat tidak terkirimnya layanan tepat waktu, kualitas yang sesuai dan harga produksi yang menguntungkan serta menurunnya semangat tim karena kurangya feedback pencapaian kinerja yg signifikan.

process

CorpU hadir mengintegrasikan proses pembelajaran sedekat-dekatnya dengan proses kerja dan melibatkan secara aktif setiap pemilik prosesnya di semua tingkat. Oleh karena itu untuk meningkatkan dampak atau manfaat CorpU dapat dimulai dengan pemetaan proses kritis hingga level aktivitas dan menjamin pemilik proses tersebut mendapatkan layanan pembelajaran untuk dapat ditingkatkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan pencapaian kinerja perusahaan. Proses pembelajaran tersebut diharapkan mampu menghasilkan SDM bertalenta tinggi untuk mengintegrasikan knowledge dan skill proses miliknya dengan proses lain, data dan informasi, alat bantu dan teknologi, serta target kinerja.

Untuk beberapa industri proses bisnis level-0 sampai dengan level-3 sudah banyak distandarkan untuk kemudahan kolaborasi dan integrasi kemitraan sebagai referensi “apa yang seharusnya dilakukan”. Tingkatan proses generik ini dapat juga digunakan untuk melakukan pemetaan proses di bisnis inti yang lain, karena menggunakan pendekatan manajemen secara umum. Untuk level-4 dan Level-5 masing-masing perusahaan mendefinisikannya sendiri sebagai diferensiasi yang bernilai dari bagian sistem internal terkait “bagaimana melakukannya dengan cara yang terbaik”. Misalnya eTOM (Enhanced Telecom Operational Map) untuk industri telekomunikasi.

Kedua, belum efektif memanfaatkan sumber daya pembelajaran yang dimiliki

Sumber daya pembelajaran (LR-Learning Resources) adalah semua material dan objek pembelajaran yang digunakan seorang pengajar untuk membantu peserta untuk mencapai tingkat yang telah ditargetkan dalam kurikulum pembelajaran. Sumber daya tersebut dapat juga berupa bacaan, gambar, video, alat bantu termasuk studi kasus yang menggambarkan pendekatan pedagogik (ilmu dan seni dalam pendidikan) yang digunkan. Sumber daya ini dapat dibuat oleh pihak ketiga, pengajar, dan peserta.

Agar mampu membantu proses belajar, sumber daya ini harus terus dievaluasi tingkat efektifitasnya termasuk menyertakan perkembangan teknologi digital, telekomunikasi dan sistem informasi saat ini. Beberapa aspek penting dalam evaluasi sumber daya pembelajaran diantaranya adalah kualitas fisik, format konten/isi, aspek sosial (gender, usia, kemampuan dll), rancangan instruksi, kualifikasi perancang dan pengembang, serta biaya. Hal penting lainya adalah ketersediaan, keselarasan dan integrasi sumber daya pembelajaran dengan peningkatan efektivitas bisnis perusahaan agar memungkinkan untuk dapat dikelola dalam meningkatkan nilai tambah dan keunggulan kompetitif perusahaan melalui proses pembelajaran.

LR
Sumber : Compiled by Randell ~ www.saide.org.za/    
        
Untuk itu baik pemilik proses yang memahami kebutuhan pembelajaran dan penyelenggara pembelajaran membutuhkan pengelompokan sumber daya yang tepat guna. Secara umum sumber daya pembelajaran dibagi tiga terkait fungsinya untuk membantu peserta tentang : cara menggunakan alat bantu, memahami proses bisnis dan evaluasinya, memberikan pengayaan pemahaman context yang lebih luas tentang konsep dan implementasi pengetahuan/keahilian yang bersifat kritis. Setiap kuadran akses kombinasi waktu dan tempat baik bersamaan atau tidak bersamaan juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Ada materi pembelajaran yang efektif disampaikan secara langsung (face to face) atau secara electronic seperti distance learning dan e-learning, maupun yang tidak langsung (email dan portal).

Solusi lainnya adalah membangun komunitas antara institusi yang menerapkan Corporate University di perusahaan masing-masing sehingga dapat di-share sumber daya pembelajaran terbaik yang telah dibuat dan diimplementasikan. Bisa jadi kesulitan yang dihadapi telah dibuat solusi sistem terbaiknya oleh unit dan perusahaan lain. CorpU adalah eanbler bagi organisasi pembelajar yang salah satu dimensinya adalah menemukan unsur terbaik dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pengungkit efektif dari kinerja perusahaan.

Ketiga, kurangnya pengalaman dan keberhasilan unit bisnis untuk mengelola hasil pembelajarannya sendiri

Hadirnya CorpU adalah menyelaraskan proses pembelajaran dengan pencapaian kinerja bisnis perusahaan. Ada dua actor besara disana. CorpU sebagai penyelenggara pembelajaran dan leader perusahaan sebagai pemilik proses baik ditingkat strategis, taktis dan operatif. Sasarannya jelas terjadi perubahan prilaku dalam bekerja karena meningkatnya kompetensi, keahlian (KSA) menjadi lebih tinggi untuk mendongkrak (laveraging) kinerja unit khususnya dan perusahaan secara umum. Karena berorientasi pada outcome (dampak kinerja) lebih dari sekedar ouput, maka hasil pembelajaran yang sudah dicapai harus dikelola, dipelihara dan diperkuat secara berkala, mengeliminasi kekurangan dan penghalang dan mengoptimalkan passion dan kekuatan untuk mencapai kinerja tinggi.

corpu
Sumber : CorpU Enterprise Inc

Ketika ditemukan ada proses kritis yang belum tertangani dengan baik (white space) di suatu unit yang berdampak pada menurunya kinerja, maka pemilik proses yang lebih tinggi merancang dan memberikan masukan tentang kurikulum proses pembelajaran yang dibutuhkan (sesuai domain dan context pekerjaan). Dan kurikulum ini menjadi lebih prioritas dibandingkan dengan yang sudah ada sebelumnya. Setelah sukses menjalani proses pengoperasian pembelajaran maka tidak serta merta proses “white space” tadi menjadi jelas dan berkinerja tinggi. Implementasi di lapangan dengan pola prilaku yang baru, banyak berkaitan dengan dimensi kerja yang kompleks (proses, sdm, informasi, alat bantu teknologi, ketersediaan, keselarasan, integrasi, climate, motivasi, komunikasi, leadership, teamwork, nilai budaya, output dan outcomes).

Untuk meningkatkan keyakinan dan kredibilitas proses pembelajaran dalam CorpU yang berelasi dengan unit pelaksana proses bisnis hingga berhasil guna, adalah penting melakukan proses berkelanjutan setelah menyelesaikan sebuah kurikulum pembelajaran. Salah satu solusinya adalah terdapat sistem yang menyediakan peer assist dari peserta pembelajaran dengan atasannya,trainer dan para pakar subject matter espert (SMEs) yang terjadwal untuk menjaga perubahan prilaku yang lebih baik sebagai salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran.

Keempat, resistensi terhadap perubahan.

Pengelolaan perubahan organisasi yang sangat klasik sudah diperkenalkan Kurt Lewin (1951) disebut Lewin’s Changes Model. Konsep perubahanya menitik beratkan pada modifikasi yang menghasilkan sebuah sistem prilaku baru yang tetap dan stabil. Selalu terdapat dua kekuatan. Kelompok yang mau berubah dan yang resisten ingin tetap mempertahankan sistem prilaku yang lama. Strategi Lewin lebih menitik beratkan pada pengurangan hambatan untuk berubah dibandingkan meningkatkan kekuatan perubahan. Lewin membagi langkah perubahan menjadi tiga: unfreezing, moving dan refreezing.

Proses perubahan prilaku melalui proses pembelajaran melalui CorpU adalah bersifat incremental karena merubah pola pikir melalui penyelarasan kebijakan strategis yang diintegrasikan melalui kegiatan pembelajaran yang didekatkan dengan proses pekerjaan yang selama ini dilakukan. Sasaranya jelas terjadi peningkatan kompetensi dan talenta SDM dalam perusahaan untuk meningkatkan kinerja. Apa yang SDM pikirkan adalah yang akan dikerjakan dan apa yang dikerjakan adalah apa yang akan perusahaan dapatkan yang kembali berdampak pada SDM atau pegawai perusahaan tersebut.

Pengelolaan perubahan dalam pembelajaran CorpU sangat berorientasi pada karir dan masa depan SDM itu sendiri sehingga menjadi suatu kerharusan menanamkan nilai dan komunikasi efektif bahwa keberadaan CorpU sangat kental dengan memposisikan SDM sebagai aset perusahaan yang mahal sehingga puerusahaan rela mengeluarkan biaya dan effort yang juga luar biasa bagi tersedianya SDM unggul bagi kebutuhan perusahaan untuk bertahan, tumbuh dan berkesinambungan melalui nilai tambah yang dihasilkan baik finansial maupun non finansial.

change
Sumber : http://maxbiz.ca/index_files/InternalEnvironment.htm

Resistensi perubahan pada penerapan CorpU berbanding terbalik dengan efektivitas komunikasi dan penguatan nilai pada SDM peserta pembelajaran baik sebelum, ketika pembelajaran berlangsung maupun setelah rampung untuk ditindaklanjuti pada proses pekerjaan di lapangan sekaligus melakukan metrik pengukuran keberhasilan kegiatan pembelajaran itu sendiri. Dibutuhkan leadership baik tingkat pimpinan senior, manajer pelaksana dan pelaksana untuk menumbuhkan keberpihakan pada pentingnya pembelajaran yang selaras dengan pencapaian bisnis perusahaan. Salah satunya melalui kegiatan penguatan secara berkala, komunikasi yang efektif, dukungan manajemen dan keterlibatan (engagement) SDM dalam proses pembelajaran yang memotivasi peningkatan pencapaian kinerja.

Perlu dianalisa dan dipilih driver proses perubahan yang paling cocok dengan budaya perusahaan yang ada, kerena hasil pembelajaran juga berkorelasi dengan perubahan nilai, prilaku dan budaya. Apakah dari pimipinan senior sebagai model (top down), pimpinan menengah yang mengkomunikasikan kebijakan dari atas dan mempertemukan usulan dari bawah (middle up middle down) atau budaya yang sangat memberikan keleluasaan kebutuhan dari bawah (bottom up). Pilihan tersebut sangat berpengaruh pada efektivitas penurunan dimensi resistensi terhadap perubahan terkait peran CorpU dalam organisasi pembelajar.

Kelima, belum berhasil melakukan pengukuran (metric) pada efektivitas proses pembelajaran

Budaya kerja berbasis kinerja membutuhkan pendefinisian detail yang baik untuk dapat diukur. Sesuatu yang tidak dapat diukur akan sulit dimonitor, dikendalikan (manage). Keberhasilan sekecil apapun yang dapat diditeksi dan divisualkan dengan baik akan meningkatkan keterlibatan (engagement), motivasi bekerja, semangat yang kuat (passion) dan keberartian.

metrics
Sumber : www.corpu.com

Tanpa feedback hasil kerja, kita tidak memiliki (know why-know how) seberapa baik kita kerja terhadapa target. Dari deviasi ini akan memunculkan effort untuk melakukan perbaikan (single loop learning) dan pembelajaran yang lebih mendasar untuk meningkatkan value di masa yang akan datang (double loop learning).

Pengukuran keberhasilan kegiatan pembelajaran terhadap nilai tambah bagi perusahaan terkait waktu, biaya dan kualitas layanan pembelajaran menjadi kebutuhan yang penting agar dapat diketahui progres keberhasilan setiap program. Pengukuran ini akan memberikan feedback (tepat waktu dan valid) bagi pengambil keputusan untuk memberikan dukungan yang signifikan dan melakukan perbaikan strategi dan fokus pembelajaran SDM yang selaras dengan keberhasilan bisnis perusahaan.

Keenam, kurangnya dukungan pada peserta pelatihan untuk merencanakan pengembangan diri dan pembelajaran

CorpU hadir untuk menyelaraskan proses pembelajaran SDM dengan kebutuhan pencapaian kinerja bisnis perusahaan. Untuk itu menjadi penting membantu peserta pembelajaran dengan informasi dan bantuan yang cukup untuk mendefinisikan topik pemebelajaran yang selaras dengan peningkatan kinerja proses bisnis kerjanya. Jika CorpU masih tetap menunggu dan menjadi pusat pembelajaran yang terpisah dengan kebijakan strategis dan eksekusi dalam setiap proses dan ownernya, maka efektivitas peran CorpU akan menurun. Hal itu disebabkan karena masih banyak white space (proses tanpa pemilik yang kompeten dan talenta yang memadai) dalam proses bisnis kritis perusahaan.

learn
Sumber : www.corpu.com ~ Bradley Samargya

Untuk mendukung bantuan tersebut, menjadi penting melakukan pemetaan SDM terhadap pembelajaran yang telah dilakukan dan progres keberhasilannya. Informasi terkait jadwal pelaksanaan kegiatan belajar yang sesuai dengan domain dan context KSA diinformasikan ke SDM terkait secara tepat guna dan tepat sasaran. SDM juga dapat dibantu dengan sistem informasi dan sistem pengetahuan yang tepat guna juga dalam memfasilitasi perancangan jadwal dan topik pembelajaran yang sudah dan belum terlaksana yang menjadi kewajibannya.

Pegawai adalah aset penting perusahan dan actor yang hadir dalam perusahaan untuk membangun sistem dan mengembangkan dirinya untuk menyediakan produk dan layanan berkualitas sesusai kebutuhan pelanggan. Terkadang mereka terlalu fokus dan selalu berada pada putaran rutinitas pekerjaan dengan kecepatan tinggi. Saatnya mereka keluar sejenak secara periodik melihat kompetensi diri dari sudut jendela pandang yang lain, mengasah gigi gergaji dan CorpU memfasilitasi kebutuhan mendasar tersebut.

Baca Overcoming Obstacles to Creating a Corporate University …
Baca Outside in process approach and eTOM in Customer Centric Enterprise …
Baca Integrating Technology into Instruction in Higher Education …
Baca Mengatasi hambatan Corporate Etrepreneurship …
Baca Corporate Univerisity Jonah’s Blog …
Baca Strategic Training McGrawHill free chapter …
Baca Analyses education challenges faced by companies with CorpU …
Baca Corporate University Process Management …
Baca Obstacles Abound When Adding Social Media to Corporate Learning …
Baca Is the Traditional Corporate University Dead ? Moore in Forbes …
Baca Barriers to launching a Corporate University successfully …
Baca Corporate University Catalog slide share …
Baca How technology will shape learning …
Baca Domestic CorpU has over 2000 Enterprise development tree watering …
Baca CorpU Infrastructure for success slide share …
Baca Corporate University Frequently Asked Questions CUE …
Baca Corporate University aligning learning to business pdf …


Baca The Creative Teaching & Learning Resource Book Best & Thomas Google Book …
Baca The Business of Corporate Learning: Insights from Practice Ben-Hur~Shenton …
Baca Handbook Of Corporate University Development: Managing Strategic Learning …
Baca Narrating the “Back Story” Through E-learning Resources in Libraries …
Baca Baca Expanding Evidence Approaches for Learning in a Digital World pdf …
Baca Dublin Business School Learning Resource …
Baca Using Learning Resources to Enhance Teaching and Learning pdf …
Baca Learning Resources Evaluation Guidelines …
Baca Repurposing learning objects: a sustainable alternative ? …
Baca A community dimension for the UNSW Learning & Teaching Exchange …
Baca Resources for new ways of learning pdf …
Baca Self-Directed Learning Recomended Resources …
Baca Authorized Cisco Training and Self-Study …
Baca 100 Terrific Self-Learning Sites to Boost Your Resume During the Recession …
Baca Long Live the Learning-Resource-Type pdf …


Baca Using a Corporate University Initiative to Drive Strategic Change …
Baca The Hard Side of Change Management HBR ..
Baca What’s so hard about corporate change? by Cheese …
Baca Kotter’s 8-Step Change Model …
Baca Organizational Change Management (OCM) …
Baca Why corporate water management needs to change by Tenuta …
Baca My Best Mistake: How Not to Change a Culture by Kofman …
Baca Dynamic Learning Networks: Models and Cases in Action by Romano Google Book…
Baca Making the Business Case for a Corporate University pdf …
Baca Managing Organizational Change by Durant pdf …
Baca Overcoming Resistance to change by Beitler pdf …
Baca Effective Ways to Overcome Resistance to Change CommLab Slideshare …
Baca Strategies for Overcoming Resistance to Change Scott …
Baca 10 Strategies You Can Use to Overcome Resistance to Change by Marker pdf …
Baca Navigating Resistance To Change by Hamer slideshare …
Baca Resistensi terhadap perubahan oleh Wahyuningsih …
Baca Mengenal dan memahami resistensi dalam perubahan oleh Yudo Asmoro …


Baca Metrics for a Successful 21st Century Academic Corporate Relations Program …
Baca Mission Accomplished? Measuring Success of CorpU …
Baca The Corporate University: Measuring the Impact of Learning …
Baca Measurement and Evaluation in Corporate Universities …


Baca Creating a Corporate University Structure …
Baca The Role of E-learning in Corporate Universities by Watkins …
Baca Business Plan for Learning …
Baca Customized Learning Solutions …
Baca Operating a Corporate University with Limited Resources …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s