Kenapa CorpU membutuhkan KM ?

Standard

Salah satu pilar yang menyangga ruang ruang pusat pembelajaran dan akademi dalam CorpU untuk meningkatkan kecepatan belajar SDM dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan beradaptasi dalam perubahan perusahaan adalah pengelolaan pengetahuan atau Knowledge Management disingkat KM.

CorpU adalah sebuah entitas pendidikan yang merupakan alat strategis yang dirancang untuk membantu organisasi induknya dalam mencapai misinya dengan melakukan kegiatan yang menumbuhkan individu dan organisasi pembelajar, pengetahuan (knowledge), dan kebijaksanaan (wisdom).” Sumber: Allen, The Corporate University Handbook (2002). Proses dan pengelolaan dari data menjadi informasi, knowledge dan wisdom ini tidak dapat dicopy paste dari perusahaan yang memlilki kapastias yang besar. Permasalahan utama bukan pada referensi dan content pengetahuan. Tapi pada eksekusi dengan prilaku dan budaya kerja yang sesuai, efektif dan berhasil guna (outcome).

DIKW model

Knowledge (know-how dan know-why) harus dikelola pembuatannya oleh internal perusahaan sendiri sehingga membentuk sistem dan value judgment (keputusan yang benar) sebagai diferensiasi nilai tambah yang membedakannya dengan perusahaan lain dalam lingkungan bisnis yang terbuka. Dengan demikian Knowledge Management dapat diartikan sebagai semua aktivitas yang terstruktur dan sistematis untuk meningkatkan kapasitas perusahaan dalam membuat, menyebarkan, mengambil dan menggunakan pengetahuan dalam meningkatkan proses bisnis internal perusahaan untuk bertahan, tumbuh dan berkesinambungan.

Jika pembuatan wisdom di era pengatahuan saat ini berlangsung masive maka akan membentuk organisasi pembelajar dengan visi bersama yang kuat (share vision), individu bertalenta tinggi (personal mastery), tim kerja berkinerja tinggi (winning team) yang membentuk bagaimana pola organisasi itu berfikir dan merespon dengan tepat guna (mental model) dalam lingkup sistem yang utuh selaras dan terintegrasi (system thinking).

watersead km dan lo

KM sendiri sudah bertransformasi dalam beberapa generasi. Generasi pertama adalah KM dengan dimensi penyimpanan aset pengetahuan agar dapat dikelola dan digunakan dengan baik. Generasi ini menitik beratkan pada peranan sistem informasi dan database yang kuat.

Generasi kedua KM adalah proses pembuatan pengetahuan melalui Communities of Practice (COPs) berdasarkan Ba (shared context) meja logika dan fisik agar dapat dituangkan pengetahuan dari point of view yang berbeda beda untuk menghasilkan pengetahuan baru yang akan diinternalisasikan kedalam sistem perusahaan.

Generasi KM ketiga adalah pengelolaan pengetahuan berbasis inter social network relationship antara pegawai, sistem dan pelanggan. Fokusnya adalah mengelola aset tak terlihat perusahaan (Intangible Asset) sebagai pengungkit kinerja dan nilai tambah perusahaan. Seperti Sveby bilang : “Knowledge Management is creating value by laveraging intangible Assets”.

corpukm
Sumber : http://astimen.wordpress.com/2011/03/09/etom-and-quality-improvement-measurement-model/

Generasi KM yang manakah yang dibutuhkan CorpU?. Semua generasi dapat diterapkan sesuai dengan tingkat kematangan proses, organisasi dan culture (budaya) perusahaan tersebut. Intinya adalah dalam CorpU KM menjadi pilar utama bukan tiang penyangga di luar bangunan CorpU. Artinya KM sudah menjadi bagian proses internal proses pembelajaran dalam CorpU. Atau menjadi mesin produksi pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan strategis dan kemampuan produksi yang selaras seperti rantai sepeda dalam pembahasan sebelumnya.

Knowledge Management sebagai engine CorpU akan menyelaraskan strategi dan fokus perusahaan dengan kemampuan produksi yang melakukan capturing deviasi kinerja, perbaikan yang bersifat proaktif dan inovasi produk maupun proses untuk dilakukuan penataan struktur pengetahuan yang disampaikan pada lini terkait melalui sistem pembelajaran dan akademi yang didukung oleh Sistem Pengelolaan Pembalajaran (Learning Management System) yang tangguh. Peran semua sumber pengetahuan baik dari dalam maupun luar seperti Subject Matter Expert (SMEs) diintegrasikan untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja yang merefleksikan ketepatan strategi yang diambil. Terjadi keselarasan timbal balik antara domain strategi dan produksi yang membentuk sistem pembelajaran dan perubahan pola prilaku yang permanen (learning) dan budaya kerja yang sesuai dengan perencanaan korporasi dan dinamika lingkungan.

Baca Watersheds of Organizational Learning and Knowledge Management…
Baca Knowledge Engie Baird Henderson Google Book …
Baca Model Data-Informasi-Knowledge-Wisdom (DIKW) Model Wikipedia ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s